LAPORAN KEGIATAN RAMADHAN

Read More

HAPPY 2nd ANNIVERSARY SOLID


Hai. Tak terasa sudah 2 tahun lamanya
Kita berjalan bersama
26 Juli 2012
Hari yang menyatukan kita
Kita bergabung dengan satu alasan
Entah untuk belajar atau mengajarkan
Entah menjadi bagian yang terpenting atau sekedarnya
Entah hanya sesaat atau selamanya
Tak menyangka akan menempuh sejauh ini
Kadang tak terpikir kerikil apa lagi yang akan kita temui
Hanya harap kecil agar kita bisa menghancurkannya
Hai. Tak terasa sudah 2 tahun kita bergandengan
Bergaung mengibarkan nama “Sixteen One Solidarity
Lengkap dengan 160 kebahagiaan
Walaupun banyak bagian dari kita yang terlupa di belakang
Tanpa menyadari 365 hari ke depan datang begitu cepat
Kita disini menggelintirkan sekelumit doa
Untuk harapan yang lebih besar
Untuk masa depan yang belum pasti
Untuk kenangan yang akan diukir
Berharap agar ikatan ini abadi
Dan tetaplah jadi yang terbaik untuk saat ini
Ingatlah, tak ada yang sia-sia, kawan
Karena Allah yang mempertemukan 

I LOVE YOU TO THE MOON AND THE BACK SOLID :)
Read More

KEMISKINAN DI KALTIM



Kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi ketidakmampuan seseorang dalam memenuhi kebutuhan dasar seperti pakaian, makanan, pendidikan, kesehatan, dan tempat tinggal. Kemiskinan dialami hampir di seluruh negara di dunia termasuk Indonesia. Daerah yang kaya akan sumber daya alam seperti Kalimantan Timur pun juga mengalami kemiskinan yang jika tidak segera disikapi, dikhawatirkan akan berdampak terhadap pembangunan daerah.

Masalah kemiskinan di Kaltim sendiri terjadi dikarenakan tingginya angka perpindahan penduduk dari provinsi lain ke Kaltim namun tidak dibekali dengan keterampilan khusus yang dibutuhkan lapangan kerja yang tersedia. Sehingga bukannya meningkatkan penghasilan daerah dan mensejahterakan rakyatnya yang terjadi malah kebalikannya, banyak orang yang menganggur dan keadaan inilah yang memicu timbulnya masalah kemiskinan. Masalah keimigrasian inilah yang menjadi persoalan serius dan seharusnya mendapat perhatian yang cukup dari pemerintah baik itu provinsi maupun daerah.

Tujuan dibuatnya karya tulis ini adalah untuk memotivasi setiap orang agar mau berkembang menjadi yang lebih baik lagi dengan berkaca terhadap orang, daerah atau bangsa lain yang sudah lebih maju baik dari segi pendidikan, teknologi, infrastruktur ataupun kreativitas. Dengan memanfaatkan keterampilan yang setiap orang miliki dan motivasi yang kuat dari diri sendiri, persoalan kemiskinan di daerah pun bisa tuntas. Yang imbasnya juga terhadap penurunan angka kemiskinan daerah dan negara. Juga untuk mengetahui bagaimana penanggulangan kemiskinan yang tepat untuk rakyat Kaltim agar kesejahteraan rakyat bisa meningkat.

Berdasarkan data yang diperoleh, persentase angka kemiskinan di Kaltim mencapai 7,66 persen. Sementara untuk persentase keseluruhan secara nasional sendiri pun mencapai 14,15 persen. Ini merupakan suatu keberhasilan pemerintah dalam penanggulangan kemiskinan yang patut diacungi jempol. Namun masih terdapat beberapa daerah di Kaltim yang persentasenya justru melebihi angka rata-rata nasional, yaitu Kabupaten Bulungan dan Malinau dengan 14,58-15,31 persen. Sementara daerah yang mampu menembus angka di bawah rata-rata nasional ialah Samarinda, Balikpapan, Berau dan Bontang.

Dari data di atas dapat dikemukakan bahwa pemerintah Kaltim melakukan pencapaian yang cukup pesat dalam pengentasan kemiskinan. Hal ini terbukti dari menurunnya angka kemiskinan di beberapa daerah Kaltim. Sementara daerah-daerah yang belum total penanggulangannya dan masih melebihi rata-rata nasional kemungkinan terjadi dikarenakan banyaknya tenaga kerja yang tersedia namun kurangnya pemberdayaan pemerintah untuk mereka, faktor alam dan jarak atau lokasi tempat tinggal yang tidak dekat bisa jadi juga merupakan salah satu penyebab. Kemudian tingkat pengangguran masih tinggi terutama di kalangan pemuda. Kemungkinan mereka merasa belum berpengalaman dan takut untuk mencoba yang dikhawatirkan akan gagal. Saya ambil sebagai contoh, di Samarinda, banyak pemuda-pemudi yang senang bersantai-santai di Tepian dengan bergerombol tidak jelas dan tidak diketahui tujuannya.

Dengan ini dapat disimpulkan bahwa kemiskinan di Kaltim terjadi disebabkan banyak faktor dan faktor yang relatif tinggi dari sumber daya manusianya sendiri. Ini dapat dilihat dari masalah keimigrasian, faktor pengangguran dan kesadaran diri masing-masing tentunya. Padahal jika ada kemauan yang kuat dari diri masing-masing, tentunya masalah kemiskinan pun dapat diatasi. Sebagai contoh Amerika Serikat dengan gelar negara adidaya kuasanya yang begitu memperhatikan nasib rakyatnya. Pemerintahan Amerika selalu memberikan subsisdi untuk rakyatnya agar mereka setidaknya dapat berwirausaha dengan modal tersebut. Dan hasilnya luar biasa. Dengan motivasi yang kuat dan dengan bantuan modal itu mereka dapat membangun produksi yang bermacam-macam seperti tekstil, kendaraan bermotor, dan teknologi-teknologi canggih. Sementara kita, untuk apa dana subsidi dari pemerintah tersebut? Untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan hidup yang jika dipakai terus-menerus akan habis juga. Setidaknya bisa berpikiran lebih jauh manfaat dari subsidi tersebut untuk kelanjutan hidup ke depannya. Hal ini kembali pada diri kita masing-masing, apakah ingin melangkah maju atau tetap miskin?

Penulis berpendapat, jika pemerintah meningkatkan kualitas pendidikan seperti mengadakan pembinaan terhadap siswa SMA, SMK, SLTA dan sederajat untuk mengetahui ingin menjadi apa mereka ke depannya. Kemudian diadakannya pelatihan agar mereka siap bekerja jika sudah lulus atau mereka ingin melanjutkan kuliah sambil bekerja yang bisa meningkatkan pengahasilan daerah juga tentunya. Lalu peningkatan transpotasi juga diperlukan karena jarak antar kota yang sangat jauh, misalnya ada pekerja yang bertempat tinggal di Tarakan namun lokasi kerja berada di Samarinda. Keadaan inilah yang terkadang membuat pekerja kebingungan. Dana untuk para wirausahawan juga harus dialokasikan, mungkin dengan mereka berwirausaha malah membuka lapangan kerja bagi mereka pemuda-pemuda yang menganggur. Subsidi pun sebaiknya diatur secara lancar agar tak ada rakyat yang menuntut jatah subsidi yang belum diberikan.

Sekian dan terima kasih :)
Read More

RAIH PRESTASI, MENUJU RIDHO ILLAHI


Dinamai dengan nama Annisa Hidayati, anak kedua dari tiga bersaudara ini diharapkan oleh kedua orangtuanya, yakni pasangan Ali Sadikin dan Haidah Karany, menjadi seorang perempuan yang diberikan hidayah oleh Allah. Menjadi satu-satunya putri diantara saudara lelakinya yang lain, yaitu Ali Mudzakkir Hamidi dan Hikam Fathi Hady, tidak menjadikan ia dibedakan oleh ayah-ibunya dalam segala hal. Perempuan yang akrab disapa Icha atau Chaday ini lahir di Samarinda, pada hari Selasa tanggal 29 April 1997. Terlahir dari keluarga sederhana berlatar belakang pendidikan membuat ia menyadari bahwa pendidikan itu sangatlah penting untuk meraih masa depan yang sukses. Sehingga ia memutuskan agar harus mendapatkan pendidikan yang lebih tinggi lagi dibanding orangtuanya.

Sejak kecil ia sudah diperkenalkan dengan pengetahuan agama yang cukup luas serta bacaan shalat dan Al-Quran, sehingga tidaklah susah untuknya membaca kalam Ilahi secara fasih dengan dibimbing dalam waktu yang cepat. Tempaan keras dari kedua orangtuanya sejak dini menjadikan seorang Icha kecil selalu berusaha keras untuk mendapatkan apa yang ia inginkan dan tidak suka bergantung pada orang lain. Pada usia 5 tahun, ia menempuh pembelajaran di TK Aisyah Bustanul Athfal 6 Samarinda Seberang. Pernah meraih juara II lomba busana muslim, juara III lomba menghafal surat serta juara II lomba shalat untuk kategori TK se-kota Samarinda.

Besar di lingkungan dimana saudara sepupu dan teman laki-laki berjumlah lebih banyak dibandingkan perempuan, menjadikan perempuan penyuka warna pelangi ini memiliki sifat tomboy sewaktu kecil. Di pagi hari saat di TK ia akan bermain ayunan dan masak-masakan bersama teman perempuannya, sementara di sore hari ia akan bermain bola dan sepeda bersama teman lelakinya. Ia juga dikenal sebagai gadis kecil yang galak. Di umurnya yang berselisih 2 tahun dengan kakaknya, ia sangat sering berkelahi dengan kakaknya sewaktu kecil. Saat itu yang ada di benaknya hanya bermain dan bermain, sama sekali tidak mempunyai niat atau keseriusan dalam melakukan suatu hal. Bisa dibilang ia mempunyai masa kecil yang menyenangkan.

Perempuan penikmat nasi goreng ini sangat suka membaca. Mungkin dipengaruhi juga oleh kedua orangtuanya yang notabene sebagai pendidik. Ia gemar membaca apa saja mulai dari novel, komik, ensiklopedia, hingga membaca koran. Ya, koran. Berbagai berita dan info yang ia dapatkan terkadang ia ceritakan kepada ayah-ibunya saat makan malam. Pun terkadang orangtuanya menemukan gadis kecil mereka sedang tertawa sendiri saat membaca komik. Perempuan semampai ini saat kecilnya juga menyukai menonton acara TV “Buser”, acara TV yang menampilkan berita-berita kriminal dari seluruh pelosok Indonesia, yang seharusnya tidak boleh ditonton untuk anak di bawah umur. Untuk ukuran anak TK, kegemarannya yang satu ini bisa dikatakan aneh dan jarang terjadi. Walaupun sudah dilarang keras, gadis kecil ini akan menyelinap untuk menonton saat kedua orangtuanya pergi untuk bekerja.

Kemudian, perempuan berdarah Banjar ini melanjutkan pendidikan formalnya di SDIT Cordova Samarinda, sekaligus menamatkan hafalan juz 30-nya. Semasa di SD ia pernah menjabat sebagai ketua klub teater SDIT Cordova dan melakukan beberapa pementasan. Pun sempat menekuni dunia bulutangkis serta berkecimpung di bidang tilawatil Quran, dan pernah menjadi juara II dalam lomba tilawatil Quran se-kelurahan Samarinda Seberang. Peraih salah satu NEM Terbaik di SD-nya inipun juga menjadi juara III untuk Try Out tingkat SD kota Samarinda yang diselenggarakan oleh tempat bimbingan belajar Primagama. Ia juga pernah menjadi pemenang I untuk lomba cerdas cermat agama islam tingkat kota Samarinda, dan beberapa lomba lain seperti kultum dan lacak dunia islam. Gadis berperawakan ramah ini juga berkesempatan untuk mengikuti perlombaan pramuka yang diselenggarakan oleh Jaringan Sekolah Islam Terpadu di Cibubur, beserta murid sekolah islam lain yang berasal dari seluruh Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam.

Semasa di SD, ia terinspirasi oleh kakak sepupunya yang sedang menempuh studi untuk menjadi seorang dokter. Di matanya, dokter adalah penyelamat kehidupan manusia, seorang penyembuh yang akan melakukan berbagai macam operasi untuk mengamankan nyawa banyak orang, penolong yang dengan segala kesahajaannya menempuh pedalaman yang baru sedikit terjamah untuk mengobati orang-orang yang membutuhkannya. Dan ia bermimpi suatu saat nanti ia akan menjadi seorang dokter yang dapat membantu masyarakat sekitar.

Setelah itu, dengan berdasar pada pilihan hatinya ia melanjutkan pengembaraan intelektualnya dengan belajar di MTs. Darunnajah Jakarta Selatan. Sekolah islam berbasis pesantren modern tersebut sedikit banyak telah mengubah kehidupan perempuan berjilbab ini, jauhnya keberadaan orangtua semakin membuatnya mandiri dan bertekad untuk mencetak prestasi agar ayah-ibunya bangga terhadap putri tunggal mereka. Di sekolah tersebut mentalnya semakin ditempa dalam kondisi sesulit apapun. Awalnya memang terasa berat untuknya, tinggal berjauhan dengan keluarga besarnya di Kalimantan. Walaupun ia memiliki beberapa keluarga di Jakarta, namun terkadang rasa penyesalan dan kesedihan datang menghampiri.

Beruntung ia memiliki sifat mudah bergaul sehingga terkadang rasa rindu dengan keluarga bisa terobati dengan keberadaan teman-temannya. Bukan tanpa alasan yang jelas mengapa ia merantau ke sekolah tersebut. Ia melanjutkan ke sekolah islam tersebut dikarenakan khawatir akan pergaulan dan kehidupan remaja di SMP negeri pada umumnya, sehingga untuk meminimalisir kejadian tersebut ia memutuskan untuk mengundurkan diri dari program penerimaan murid baru di salah satu SMP favorit di Samarinda. Di madrasah ini, pengetahuannya di bidang agama semakin bertambah, kosakata Inggris dan Arabnya dilatih setiap hari, dia juga harus menyeimbangkan pengetahuan umum dengan agamanya, dan di sekolah baru tersebut kedisiplinan benar-benar ditegakkan. Pernah ia mendapatkan hukuman karena tidak  menggunakan bahasa Arab dan Inggris, dan hukuman tersebut membuatnya malu untuk melanggar kedisiplinan sekolah lagi.

Lulus pada tahun 2012, ia mendapatkan peringkat III peraih NEM terbaik SMP tingkat sub-regional Jakarta Selatan. Sebelumnya semasa SMP ia juga acap kali menjuarai lomba cerdas cermat dan sering menempati posisi sebagai juara kelas dan juara angkatan. Perempuan periang ini juga pernah menjuarai lomba pidato bahasa Arab di sekolahnya. Kemudian perempuan tangguh ini juga pernah mendapatkan juara III lomba tapak suci. Setelah berhasil menamatkan pendidikannya di SMP, ia memutuskan untuk melanjutkan ke jenjang SMA di sekolah yang sama. Perlu diketahui, madrasah tersebut menerapkan sistem 6 tahun pembelajaran.

Namun atas keinginan kedua orangtuanya dan beberapa alasan, ia melanjutkan proses pembelajarannya di SMAN 10 Samarinda. Proses masuk ke sekolah tersebut juga bisa dibilang lancar dan ia tidak menemui kesulitan berarti saat melakukan ujian tertulis serta tes wawancara. Setelah resmi menjadi murid SMAN 10 Samarinda, perempuan penyuka teh ini menemukan ketertarikan profesi lain selain dokter. Ia berminat dalam bidang hukum dan sosial. Ia juga tertarik untuk meneruskan kuliah ke jurusan hukum atau hubungan internasional. Perempuan bergolongan darah O ini juga ingin mendirikan suatu yayasan sosial yang bergerak di bidang penyembuhan atau terapi untuk anak yang mengalami gangguan mental atau keterbelakangan.

Sejak kecil, ia berusaha untuk selalu mengamalkan ajaran kedua orangtuanya yaitu untuk tidak meninggalkan shalat lima waktu. Ayah-ibunya juga selalu berkata bahwa tidaklah penting suatu kemenangan itu tanpa suatu proses pembelajaran di dalamnya. Harapannya, ke depannya ia dapat berguna untuk semua orang, semakin belajar dari kesalahan yang telah lalu, turut serta dalam meningkatkan kemaslahatan umat, serta terus mencetak prestasi demi mencapai ridha Ilahi J

Samarinda, 8 Februari 2014
Dibuat dengan sepenuh hati, tanpa ada paksaan
ANNISA HIDAYATI

Read More

TRADISI HARAKIRI DI JEPANG


Jepang adalah salah satu negara maju di dunia, dapat di bilang pemerataan di negara itu sudah sangat stabil. Jadi bisa dikatakan sebagian besar rakyat Jepang berada dalam ketercukupan kebutuhan, baik kebutuhan sandang pangan, pendidikan, interaksi sosial dan lain-lain. Jadi secara nalar, mereka telah mendapatkan kehidupan yang layak.

Namun begitu, negara yang di juluki matahari terbit ini memiliki sebuah tradisi yang di anggap ambigu oleh mata dunia, yaitu tradisi Harakiri. Harakiri adalah bunuh diri yang di lakukan untuk menjaga kehormatan keluarga atau jika seseorang telah merasa tidak kuasa untuk menanggung beban hidup. Harakiri juga di lakukan sebagian orang, karena merasa dirinya tidak mampu bekerja keras layaknya orang-orang di sekitarnya dan menganggap dirinya tak berguna, lantas mengambil jalan pintas. Harakiri atau tradisi bunuh diri yang berasal dari Negeri Sakura ini telah dikenal oleh bangsa lain. Hanya saja di negaranya, harakiri lebih dikenal dengan sebutan Seppuku. Walaupun di Jepang sendiri istilah harakiri dianggap sebagai istilah yang kasar.

Tindakan bunuh diri, dalam bahasa Jepang disebut dengan seppuku (切腹) atau harakiri (腹切り) yang jika dilihat dari kanjinya dapat diartikan sebagai tindakan memotong atau merobek perut. Tindakan ini dahulu merupakan salah satu ritual yang dilakukan oleh para kaum bushi atau ksatria samurai. Bushi akan melakukan ritual harakiri apabila mereka tertangkap oleh musuh karena berprinsip lebih baik mati daripada harus disiksa oleh musuh, dan jika bushi tersebut melakukan pengkhianatan atau gagal dalam tugasnya, sebagai wujud dari penyesalan dan tanggung jawabnya karena telah mengecewakan kelompoknya. Ritual harakiri ini akan dilakukan di depan kelompoknya (jika berupa hukuman karena gagal bertugas) dengan sebuah pisau tradisional yang bernama tanto, setelah membuka kimono yang dikenakan, perut dirobet dari arah kiri ke kanan hingga isi perut bushi tersebut keluar.

Harakiri sebenarnya sudah resmi dihapuskan pada tahun 1873, segera setelah restorasi Meiji, namun seiring berjalannya waktu aksi harakiri tersebut masih terjadi hingga saat ini dan menjadi tradisi yang membumi dan mengakar di Jepang. Dalam tradisi Jepang, harakiri tidak hanya tradisi milik para samurai, harakiri dilakukan oleh siapa saja untuk menjaga kehormatan keluarga atau jika seseorang telah merasa tidak kuasa untuk menanggung beban hidup atau menanggung malu. Prinsip lebih baik mati berkalang tanah daripada hidup menanggung malu, bagi orang Jepang sungguh-sungguh dilakukan. Bagi mereka, tidak ada gunanya lagi melanjutkan hidup bila sudah kehilangan kehormatan. Oleh karena itulah di Jepang, tradisi harakiri bukan sesuatu yang tabu. Maka dari itu, Jepang menjadi negara dengan angka bunuh diri terbesar di dunia, bersama Rusia dan Hungaria, dengan skala mencapai 30.000 individu yang melakukan bunuh diri. Bahkan di jepang, angka bunuh diri mencapai lebih dari 30.000 selama 8 tahun terakhir ini.

Harakiri juga kadang dilakukan sebagai bentuk dari hukuman mati bagi samurai yang telah melakukan pelanggaran serius seperti pembunuhan yang tidak beralasan, pemerkosaan, perampokan, korupsi, pengkhianatan dan kejahatan lain yang tak termaafkan. Dalam perkembangannya, harakiri tetap hidup sebagai spirit, falsafah dan kode etik kepemimpinan dalam pemerintahan Jepang modern. Harakiri politik sudah menjadi hal yang lumrah, karena semangat bushido meletakkan kepentingan nasional di atas kepentingan pribadi.

Harakiri biasanya dilakukan dengan upacara atau ritual yang rumit. Orang yang hendak bunuh diri mandi dulu bersih-bersih, lantas pakai pakaian putih-putih, makan dulu, baru sesudahnya siap-siap untuk memulai penusukan. Orang yang bersangkutan akan duduk diam dengan tanto diletakkan di depannya. Kemudian menulis puisi terlebih dahulu. Setelah menyelesaikan puisinya, orang itu mengambil tanto yang lantas ditusukan ke perut agak ke kiri lantas tanto digeser ke kanan, yang terakhir ke atas sedikit, agar isi perutnya keluar. Setelah aksi penusukan tersebut, sekarang giliran Kaishakunin beraksi menyabet lehernya. tanto bekas pakai tadi lalu diletakkan di piring bekas makan tadi.

Ritual yang telah membudaya di Jepang ini dianggap sesuatu yang sah, walaupun agak sukar untuk dilakukan orang biasa. Namun harakiri juga dianggap sebuah kekerasan karena setiap kali ada orang atau warga Jepang yang melakukan salah, maka ia akan berorientasi untuk bunuh diri, seperti dipaksa oleh keadaan sekitar. Tapi ini juga yang membuat bangsa Jepang menjadi sangat maju dalam perkembangannya. Mereka menginginkan segala hal yang dilakukan bersifat perfeksionis, tak ada cacat sama sekali. Semangat inilah yang menjadikan Jepang dikenal sebagai bangsa beretos kerja tinggi, memiliki dedikasi dan loyalitas yang jarang dimiliki oleh bangsa-bangsa lain di dunia. Berpijak dari spirit inilah Jepang mampu mengukuhkan diri sebagai salah satu negara maju di dunia, baik dalam ekonomi, budaya politik, teknologi, industri maupun olahraga, khususnya sepakbola.

Tindakan harakiri pertama kali dilakukan oleh Minamoto no Yorimasa ketika perang Uji pada tahun 1180. Tindakan harakiri ini banyak dilakukan oleh daimyo (pemimpin tertinggi kaum bushi) yang kalah pada suatu perang atas perintah daimyo yang memenangkan perang tersebut. Tindakan bunuh diri dari daimyo yang kalah ini akan memberikan dampak psikologis bagi pengikutnya, sehingga tidak akan ada yang berani untuk melakukan perlawanan. Toyotomi Hideyoshi sering menggunakan metode ini untuk melumpuhkan kekuatan musuhnya yang sudah kalah.

Peristiwa yang paling dramatis terjadi ketika Hideyoshi berhasil memimpin klan Odawara untuk mengalahkan klan Hojo, keluarga daimyo terkuat di Jepang bagian timur, pada tahun 1590. Saat itu ia memerintahkan Hojo Ujimasa, mantan daimyo dari klan Hojo untuk melakukan harakiri kemudian mengasingkan putranya Ujinao agar putranya aman dan bisa melanjutkan kehidupan seperti layaknya manusia normal lainnya.

Dalam perkembangannya, harakiri dilakukan oleh seseorang untuk menunjukkan rasa ketidak-setujuannya kepada keputusan penguasa (baik raja maupun pemerintah modern). Kejadian yang terkenal adalah harakiri yang dilakukan oleh sastrawan terkenal Jepang, Mishima Yukio di markas besar tentara Jepang pada tahun 1970 sebagai bentuk protesnya kepada kebijakan pemerintah pada masa itu.

Bahkan sekarang ada seseorang yang menulis tata cara dan panduan lengkap bunuh diri. Namanya Wataru Tsurumi. Menurutnya, bunuh diri adalah sesuatu yang tidak salah, karena itu merupakan hak dan kebebasan dari setiap individu, setiap orang berhak menentukan jalan yang ingin di tempuhnya sendiri. Dalam bukunya, bahkan Tsurumi memaparkan denagn gamblang metode-metode untuk bunuh diri, mulai dari meminum obat-obatan yang mematikan, memotong urat nadi, menggunakan karbon monoksida, dan sebagainya. Namun Tsurumi mengecam aksi bunuh diri massal yang juga marak di lakukan di Jepang akhir-akhir ini. Dia menilai bunuh diri adalah hak setiap individu, namun tidak boleh mengajak-ajak atau memprovokasi orang lain untuk ikut melakukannya. Namun begitu, Tsurumi berharap agar orang yang ingin bunuh diri dan membaca bukunya, tetap hidup. Menurutnya, bunuh diri hanya boleh di lakukan jika orang merasa dalam tekanan hebat dan tidak kuat lagi menjalani kehidupan.

Seiring dengan berkembangnya zaman, harakiri tidak hanya dilakukan dengan aksi bunuh diri, sekarang ini telah berkembang istilah "Harakiri politik" yakni bunuh diri jabatan. Yaitu mengorbankan kepentingan pribadi demi kepentingan nasional (bangsa) yang juga merupakan simbol keberanian seorang pemimpin dalam menghadapi kegagalan, kesalahan dan kekalahan dalam tugas. Harakiri politik adalah tolok ukur bangsa yang bermartabat dan terhormat. Sedikit belajar dari negara tetangga Jepang, sikap ksatria prajurit samurai para pemimpinnya yang menjunjung tinggi etos pengorbanan tiada batas terbukti membawa negeri sakura kepada martabat terhormat yang diakui dunia.

Harakiri politik ini berguna untuk menyelamatkan kepentingan yang lebih besar dan menjaga kehormatan sebagai ciri khas watak ksatria. Dan sekarang pemikiran harakiri politik itu sebenarnya bukan hanya tradisi bangsa Jepang. Beberapa negara di dunia yang dikenal memiliki semangat nasionalisme tinggi juga tak lepas dari sejarah yang sama.

 Dua contoh teranyar dari harakiri politik adalah mundurnya Perdana Menteri Jepang Naoto Kan pada 26 Agustus 2011 akibat krisis nuklir pasca gempa besar (tsunami) yang melanda negeri itu dan ketidakpuasan publik dengan penanganan pemerintah terhadap krisis itu. Kemudian disusul dengan mundurnya Menteri Industri Yashio Hachiro pada 12 September 2011 hanya gara-gara salah ucap dengan menyebut Jepang sebagai “Kota Kematian” pasca gempa besar itu. Padahal, setahun sebelumnya, pada 2 Juni 2010, PM Jepang Yukio Hatoyama juga melakukan hal yang sama. Hatoyama yang hanya menjabat selama 9 bulan mengundurkan diri setelah popularitasnya menurun drastis akibat keputusannya mempertahankan pangkalan militer AS di Okinawa.

Mundur dari jabatan merupakan tradisi bangsa Jepang dalam menjaga etika kepemimpinan khas samurai. Harakiri politik. Bunuh diri kekuasaan adalah bagi pemimpin politik dan kekuasaan Jepang adalah simbol kehormatan prajurit samurai yang telah terdidik untuk tidak menerima kekalahan, kesalahan dan kegagalan. Menang, benar dan sukses atau mati! Demi kepentingan dan kehormatan partai (atau negara), nyawa (kepentingan pribadi) rela dikorbankan.

Begitu kuatnya masyarakat Jepang dalam menjaga tradisi samurai, bahkan belum lama terjadi, seorang Presiden Perusahaan Kereta Api Hokkaido di Jepang, Naotoshi Nakajima, memilih untuk mengakhiri hidupnya dengan harakiri (bunuh diri). Ia merasa bersalah atas terjadinya kecelakaan kereta api di Hokkaido, pada bulan Mei 2011 lalu. Padahal kecelakaan tersebut mengakibatkan 35 orang luka-luka, meski tidak ada korban jiwa.

Meski begitu, negara kita Indonesia adalah bangsa yang menjunjung tinggi nilai agama, moral dan perilaku. Oleh karena itu, sangat tidak disarankan apabila Indonesia juga mengikuti jejak yang sama, yaitu tradisi harakiri atau bunuh diri tersebut. Pemaparan di atas hanya untuk menambah wawasan dan pengetahuan mengenai sejarah bangsa Jepang yaitu tradisi harakiri, jadi tidak sepantasnya kita juga mencoba meniru adegan berbahaya tersebut. Sekian dan terima kasih.

Read More

SEJARAH APRIL MOP


Perayaan April Mop yang selalu diakhiri dengan kegembiraan dan kepuasan itu sesungguhnya berawal dari satu tragedi yang sangat menyedihkan dan memilukan. April Mop atau The April’s Fool Day berawal dari satu episode sejarah Muslim Spanyol di tanggal 1 April 1487. Sebelum sampai pada tragedi tersebut, ada baiknya menengok sejarah Spanyol dahulu ketika masih di bawah kekuasaan Islam.

Sejak dibebaskan Islam pada abad ke-9 M oleh Panglima Thariq bin Ziyad, Spanyol berangsur-angsur tumbuh menjadi satu negeri yang makmur. Pasukan Islam tidak saja berhenti di Spanyol, namun terus melakukan pembebasan di negeri-negeri sekitar menuju Prancis. Prancis Selatan dengan mudah bisa dibebaskan. Kota Carcassonne, Nimes, Bordeaux, Lyon, Poitou, Tours, dan sebagainya jatuh. Walau sangat kuat, pasukan Islam masih memberikan toleransi kepada suku Got dan Navarro di daerah sebelah Barat yang berupa pegunungan.

Islam telah menerangi Spanyol. Karena sikap para penguasa Islam begitu baik dan rendah hati, maka banyak orang-orang Spanyol yang kemudian dengan tulus dan ikhlas memeluk Islam. Muslim Spanyol bukan hanya beragama Islam, namun mereka sungguh-sungguh mempraktikkan kehidupan secara Islami. Mereka tidak hanya membaca Al-Qur'an, tapi juga bertingkah laku berdasarkan Al-Qur'an. Mereka selalu berkata tidak untuk musik, bir, pergaulan bebas, dan segala hal yang dilarang Islam. Keadaan tenteram seperti itu berlangsung hampir enam abad lamanya.

Selama itu pula kaum kafir yang masih ada di sekeliling Spanyol tanpa kenal lelah terus berupaya membersihkan Islam dari Spanyol, namun mereka selalu gagal. Telah beberapa kali dicoba tapi selalu tidak berhasil. Dikirimlah sejumlah mata-mata untuk mempelajari kelemahan umat Islam di Spanyol. Akhirnya mata-mata itu menemukan cara untuk menaklukkan Islam di Spanyol, yakni pertama-tama harus melemahkan iman mereka dulu dengan jalan serangan pemikiran dan budaya.

...cara untuk menaklukkan Islam di Spanyol, yakni melemahkan iman mereka dulu dengan jalan serangan pemikiran dan budaya. Maka mereka mengirim alkohol dan rokok secara gratis ke dalam wilayah Spanyol...

Maka mulailah secara diam-diam mereka mengirim alkohol dan rokok secara gratis ke dalam wilayah Spanyol. Musik diperdengarkan untuk membujuk kaum mudanya agar lebih suka bernyanyi dan menari ketimbang baca Al-Qur'an. Mereka juga mengirim sejumlah ulama palsu yang kerjanya meniup-niupkan perpecahan di dalam tubuh umat Islam Spanyol. Lama-kelamaan upaya ini membuahkan hasil.

Akhirnya Spanyol jatuh dan bisa dikuasai pasukan Salib. Penyerangan oleh pasukan Salib benar-benar dilakukan dengan kejam tanpa mengenal peri kemanusiaan. Tidak hanya pasukan Islam yang dibantai, juga penduduk sipil, wanita, anak-anak kecil, orang-orang tua, jompo, semuanya dihabisi secar sadis.

Satu persatu daerah Spanyol jatuh, Granada adalah daerah terakhir yang ditaklukkan. Penduduk-penduduk Islam di Spanyol –yang juga disebut orang Moor– terpaksa berlindung di dalam rumah untuk menyelamatkan diri. Tentara-tentara Kristen terus mengejar mereka.

Ketika jalan-jalan sudah sepi, tinggal menyisakan ribuan mayat yang bergelimpangan bermandikan genangan darah, tentara Salib mengetahui bahwa banyak Muslim Granada yang masih bersembunyi di rumah-rumah. Dengan lantang tentara Salib itu meneriakkan pengumuman, bahwa para Muslim Granada bisa keluar dari rumah dengan aman dan diperbolehkan berlayar keluar dari Spanyol dengan membawa barang-barang keperluan mereka.

“Kapal-kapal yang akan membawa kalian keluar dari Spanyol sudah kami persiapkan di pelabuhan. Kami menjamin keselamatan kalian jika ingin keluar dari Spanyol. Setelah ini kami tidak akan memberikan jaminan lagi,” demikian bujuk tentara Salib.

Orang-orang Islam masih curiga dengan tawaran ini. Beberapa orang Islam diperbolehkan melihat sendiri kapal-kapal penumpang yang sudah dipersiapkan di pelabuhan setelah benar-benar melihat ada kapal yang sudah dipersiapkan, maka mereka segera bersiap untuk meninggalkan Granada bersama-sama menuju ke kapal-kapal tersebut. Mereka pun bersiap untuk berlayar.

Keesokan harinya, ribuan penduduk Muslim Granada yang keluar dari rumah-rumahnya dengan membawa seluruh barang keperluannya beriringan jalan menuju ke pelabuhan. Beberapa orang Islam yang tidak mempercayai tntara Salib bertahan dan terus bersembunyi di rumah-rumah mereka. Setelah ribuan umat Islam Spanyol berkumpul di pelabuhan, dengan cepat tentara Salib menggeledah rumah-rumah yang telah ditinggalkan penghuninya. Lidah api terlihat menjilat-jilat angkasa ketika para tentara Salib itu membakari rumah-rumah tersebut bersama orang-orang Islam yang masih bertahan di dalamnya.

Sedang ribuan umat Islam yang bertahan di pelabuhan hanya bisa terpana ketika tentara Salib juga membakari kapal-kapal yang dijanjikan akan mengangkut mereka keluar dari Spanyol. Kapal-kapal itu dengan cepat tenggelam. Ribuan umat Islam tidak bisa berbuat apa-apa karena mereka sama sekali tidak bersenjata. Mereka juga kebanyakan terdiri dari para perempuan dan anak-anak yang masih kecil. Sedang tentara Salib itu telah mengepung dengan pedang terhunus.

Dengan satu teriakan komando dari pemimpinnya, ribuan tentara Salib itu segera membantai dan menghabisi umat Islam Spanyol tanpa perasaan belas kasihan. Jerit tangis dan takbir membahana. Dengan buas tentara Salib terus membunuhi warga sipil yang sama sekali tidak berdaya.

...Ribuan Muslim Spanyol di pelabuhan itu habis dibunuh dengan sadis. Darah menggenang di mana-mana. Laut yang biru telah berubah menjadi merah kehitam-hitaman. ...

Tragedi yang bertepatan dengan 1 April inilah yang kemudian diperingati oleh dunia Kristen setiap tanggal 1 April sebagai “April Mop” (The Aprils Fool Day).

Pada tanggal 1 April, orang-orang diperbolehkan menipu dan berbohong kepada orang lain. Bagi umat Kristiani, April Mop merupakan hari kemenangan atas dibunuhnya ribuan umat Islam Spanyol oleh tentara Salib melalui cara yang licik, tipuan dan dusta yang sadis. Sebab itu, mereka merayakan April Mop dengan cara melegalkan penipuan dan kebohongan, walau dibungkus dengan dalih sekadar hiburan atau keisengan belaka.

Bagi umat Islam, April Mop tentu merupakan tragedi yang sangat menyedihkan. 1 April tahun itu adalah hari di mana saudara-saudaranya seiman ditipu, disembelih, dibakar dan dibantai oleh tentara Salibis di Granada, Spanyol. Sebab itu, terkutuklah orang Islam yang ikut-ikutan merayakan April Mop. Pantaskah orang-orang Islam itu ikut bergembira dan tertawa ria atas tragedi tersebut?...sampai hatikah kita latah merayakan April Mop yang latar belakangnya adalah peringatan atas penipuan dan pembantaian pasukan Salibis terhadap ribuan Muslim Spanyol...

Bagi kita yang paham akan sejarah April Mop, sampai hatikah kita lantas merayakan April Mop yang latar belakangnya adalah peringatan atas penipuan dan pembantaian pasukan Salibis terhadap ribuan Muslim Spanyol? Nauzubillah :(
Read More
Copyright (2012) Annisa Hidayati's Own. Diberdayakan oleh Blogger.
  • join my acc @annschaday

Followers